It’s time for Registrasi ulang
Tepat tanggal 27 Mei ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku.
Tuhan mendengarkan doaku untuk bisa diterima di salah satu PTN Bandung
yang terkenal dengan Pedidikannya yang terbaik dibanding PTN lain. Yaps..You
know what I mean? PTN itu adalah.. Indonesia University of Education atau UPI,
jurusan Ilmu Komunikasi. Hadiah yang terindah dari Tuhan ini sangat aku
syukuri. Terasa seperti mimpi memang, tapi pada saat adikku yang paling kecil
mencubit pipiku itu terasa sakit. semua ini memang REAL!!
Setelah menerima pengumuman SNMPTN di UPI, aku pun diharuskan mengikuti daftar
ulang pada tanggal 17-18 Juni. Waktu pun terus berjalan, dan tiba
saatnya aku bergegas pergi ke Bandung dengan segala berkas data-data untuk
keperluan registrasi akademik nanti. Aku berangkat ke Bandung bersama
Bapa, Mamah, dan Adik kecilku. Sesampainya di kota kembang ini, kami mampir ke
rumah saudara untuk menginap beberapa malam.
Pagi harinya aku izin pamit sekaligus mengucapkan terimakasih kepada saudaraku.
Aku, Bapa, Mamah, dan adiku bergegas ke UPI. Pagi ini mungkin akan menjadi hal
yang luar biasa, karena kegiatan hari ini adlah pengarahan dari pihak UPI.
Sesampainya di depan gerbang UPI, saya mencari gedung Gymnasium. Baru pertama
kali aku menginjakkan kakiku di kampus yang sangat luas dan indah seperti ini.
Didalam mobil mamah segera memasangkan pita berwarna merah pada lengan
seragamku dan kami pun turun dari mobil. Aku berjalan menuju gymnasium, lalu
melihat jam tangan dengan perasaan kaget karena didepan gedung Gymnasium sudah
banyak para calon mahasiswa yang mengantri dan ada pula yang sibuk menulis
didepan papan pengumuman. Tanpa banyak tanya, aku berjalan menuju papan
pengumuman kemudian mencari namaku di kelompok FPIPS dan menuliskan nomor
antrian. Tanpa sadar aku kehilangan jejak mamah ditengah tengah ribuan calon
mahasiswa. Mataku mengarah kesemua sisi mencari mamah dan adikku yang paling
kecil itu. Ternyata, mamah dan adikku sudah ikut mengantri di
barisan.Hahahahaa..Sambil mencari barisan kelompok FPIPS, aku menarik tangan
adikku dan mamah untuk keluar dari barisan itu. saya meminta bantuan kepada
kakak senior yang mengenakan almamater untuk menemukan barisan yang tepat.
Dengan mimik yang sedikit acuh, kakak senior hanya meberikan instruksi untuk
mencari calon mahasiswa yang memakai pita merah. Pada akhirnya aku pun melihat
tulisan FPIPS didepan pintu gedung gymnasium. dan memang benar, itu adalah
barisan yang saya cari. Ternyata mamah benar, saat mamah menggantri di barisan,
aku melihat calon mahasiswa menggunakan pita merah, dan aku membaca didepan
pintu gerbang terdapat tulisan FPIPS. Aku pun ikut mengantri di barisan yang
sangat panjang. Dengan tampan yang polos, aku melihat catatan kecil yang
bertulisakan nomor antrian 680. Aku membalikan pandangan kebelakang dan melihat
wanita yang ikut mengantri dibelakangku. Aku tak mau diam saja,ku coba membuka
pertanyaan dan saat itu saya dengan wanita itu menjadi akrab karena memang
wanita itu satu jurusan denganku. Hampir satu jam lebih aku mengantri.
Kini giliranku. Ku tunjukan kartu peserta SNMPTN dan membubuhkan tanda tangan
sambil menerima MAP biru yang diberikan bapak penjaga yang duduk di loket. Aku
pun masuk digedung itu. Aku diarahkan oleh kakak senior untuk duduk dibarisan
FPOK. Didalam gedung itu aku sedikit malu, karena aku sebenarnya bukan dari
kelompok FPOK, dan yang kedua aku malu karena salah satu rector UPI telah
memulai berbicara. Aku melihat barisan FPIPS yang sudah penuh dan dengan
berat hati aku harus duduk dibarisan itu bersama dengan wanita yang tadi satu
jurusan denganku. *entah siapa nama wanita itu, aku lupa
Hampir Sembilan jam semua calon mahasiswa duduk yoga dengan tatapan yang
tetap focus untuk menerima pengarahan dari pihak UPI. Sedikit bosan memang,
ditambah lagi rasa pegal yang tak tertahankan. Dipertengahan acara pengarahan,
wanita yang sejurusan denganku ini izin ke UKS dan menitipkan tasnya disamping
tasku. Memangnya penitipan barang apa? :D waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, calon
mahaiswa diperkenankan untuk keluar dari gedung secara berkelompok. Sesudah
pengarahan selesai, aku memberikan tas wanita itu di UKS.rasa lelah dan pusing
yang aku alami hilang secepat itu ketika aku diajak mamah untuk melihat wisma
yang tak jauh dari kampus. Wismanya memang biasa saja, tapi cukup untuk dihuni
oleh satu orang saja.Kebetulan sekali disamping kamarku ini ada Indry,
teman SMAku yang satu fakultas denganku. Ini sangat membantu pada saat nanti
ospek dan kuliah, agar kami bisa pergi ke kampus bersama sama yeahh.. :D
Yaa..inilah nasib orang perantau. Aku memang bukan domisili bandung, jadi
sedikit sulit untuk mencari tempat peristirahatan. Tapi beruntung saya
diberikan keluarga yang berdomisili bandung. Kami pun mengahampiri rumah
saudara untuk menginap satu malam. Karena memang besok masih ada acara yang
paling penting yaitu registrasi akademik.
Ditengah malam, aku terbangun dan teringat dengan pesan kakak alumni, bahwa
katanya pada saat registrasi akademik diharuskan datang pagi pagi sekali. Aku
berangkat pukul 5 subuh dan bergegas pergi ke kampus UPI. Kali ini, harus
aku yang mengurus semuanya tanpa orang tua dan adik.aku turun dari mobil dan
berjalan menuju gedung direktorat akademik. Aku sangat senang saat aku
bertemu dengan teman teman SMA yang sama sama kuliah di UPI. Kami pun mengantri
dan membawa nomor antrian. Aku bersama teman teman SMA melengkapi data yang
masih rumpang sekalian menunggu antrian. Nomor antrian 150-200
diperbolehkan masuk kedalam ruangan. Kami pun masuk kedalam ruangan. Sayangnya,
didalam ruangan kami harus memencar untuk mencari loket fakultas masing-masing.
Aku bersama Kinanti baris di loket FPIPS dan menyerahkan data lengkap kepada
petugas. Dihari kedua ini akhirnya aku mendapatkan KRS untuk pembelajaran
kuliah nanti di bulan September. Setelah itu kami mengisi beberapa form untuk
mendapatkan KTM dan ATM. Tak memakan banyak waktu, hanya 5 menit KTM sekaligus
ATM sudah siap digunakan ketika aku sudah resmi menyandang status mahasiswa.
Setelah itu, aku menyumbang beberapa rupiah untuk mesjid yang ada di belakang
kampus UPI tersebut. Saya sangat terkejut ketika saya keluar dari ruangan, saya
disambut oleh kakak senior yang ramai dengan yel yel yang unik. Aku diajak oleh
beberapa kakak senior dari jurusan ilmu komunikasi dan saya disuruh untuk
berbicara didepan kamera. aku memang sedikit malu berbicara didepan
kamera, Tapi aku memberanikan diri dan cuap cuap sepuasnya untuk
melaporkan suasana pada saat itu. aku bersama Sae yang merupakan salah satu
MARU UPI diajak ke fakultas FPIPS.kami dipayungi oleh kakak senior dan
kami berjalan menggunakan tangga sampai ke lantai 6. Sesampainya disana,
ternyata ada Maru upi juga yang sepertinya sedang di wawancara. Hahahaa.. well,
aku disuruh untuk mengisi beberapa data dan tepat dibelakang kertas ada
beberapa kolom yang harus diisi oleh kakak HIMA. Dibalik kertas yang harus
diisi oleh kakak HIMA, aku harus melewati beberapa rintangan kecil dari kakak
senior. Sebelumnya aku juga disuruh untuk menulis atau memfoto Tugas yang
ditempel di dinding sembari bernyanyi dalam hati “Tugas..Tugas didinding, Wajib
‘tuk dikerjain” (Baca seperti nada lagu Cicak didinding) hufftt..
Well, pos pos yag harus dilalui para Maru:
- Pos I-->Ditanyain tentang pengalaman berorganisasi waktu
SMA, dan memang waktu SMA aku sangat aktif dibidang kePramukaan, setelah itu
diberi beberapa kasus dan harus dijawab dengan tepat dan Jelas
-Pos II-->Sempat disuruh menghafal nama nama kakak yang ada
di pos Informasi, next aku juga disuruh menulis disecarik kertas tentang
kegiatan pada saat itu. Lalu aku disuruh berdiri yang backgroudnya ada gambar
upi sambil memegang kertasnya, terus aku difoto *Jepret juga disuruh untuk
diupload dan ditag ke media sosial (Sedikit memalukan memang, karena tulisannya
itu aduhh -.-“)
-Pos IIIàWelcome in pos Religius. Ya karna aku orang christiany, aku banyak
ditanyai tnetang ayat alkitab, disuruh nyanyi lagu juga, dan dikasih beberapa
pertanyaan yang harus dijawab
-Pos IVàIni adalah pos yang paling bikin aku Tengsin abiss sama kakak
senior :O yeap sebelumnya, di Pos Advokasi itu aku disuruh foto selfie bareng
kakak-kakaknya terus aku dikerumulin sama kakak-kakak, ditanyain hal konyol.yaa
sesudah aku masuk ke pos Advokasi, rasanya kaya curhat aja sih tentang biaya
UKT
-Pos VàLanjut pos V ini adalah pos Minat dan Bakat. Ngomongin bakat,
aku bisa sih main organ, tapi berhubung ga ada organnya, aku disuruh main gitar
sambil nyanyi. Setelah itu aku disuruh jadi reporter untuk ngeliput kegiatan. Dan
terakhir aku ditanyain lagi hal yang konyol.aku disuruh milih Jupe atau DP?dan
aku sih jawab Jupe soalnya dia hotsss dan banyak bakat
-Pos VIàPos terakhir aku disuruh menulis 10 Harapan masuk ilmu
komunikasi sekaligus dipresentasiin tuh harapannya.
Sesudah melewati pos terkhir kertas yang dkasih kakak HIMA itu
aku kumpulkan. Lalu aku bertemu dengan Dwi diruang SENAT.aku kira kegiatannya
sudah selesasi semua, ternyata ada satu hal lagi yang harus kami lalui. Didalam
ruangan itu kami curhat lagi mengenai biaya UKT yang kami terima.lalu kami juga
diberi penjelasan tentang apa itu SENAT, dan terakhir kami membeli jaket FPIPS
untuk kekompakan jurusan. Setelah itu, aku dan dwi turun kebawah, saat itu aku
dan dwi sangat akrab sekali. Sambil berjalan, kami sharing about our feeling JTapi sayangnya dwi dan aku harus berpisah,
kakak seniorku mengajak aku untuk bergabung di PKM. Aku sangat bersyukur
ternyata aku masih bisa melakukan persekutuan bersama saudara seiman. Lalu
kakak dari PKM itu sedkit menjelaskan tentang PKM dan berbagai acara yang ada
didalam PKM tersebut. Aku juga diajak untuk bergabung di acara Vokal groupnya
hahahahaaa..
Akhirnya selesai pula
registrasi ulang di UPI. Ini adalah pengalaman pertama berada di kampus
UPI. aku pun harus meninggalkan kota kembang ini sambil dibekali
tugas yang tadi diberikan oleh kakak HIMA sekaligus membaringkan badan yang
sudah letih ini. Kini, aku tinggal menunggu waktu MOKA-KU untuk resmi menjadi
mahasisw UPI. Tak sabar menunggu kegiatan ini :D hahahaa.

Tidak jauh beda :D
BalasHapushihihi. Tinggal menunggu MOKA-KU