RESENSI
BUKU NONFIKSI
“Kisah
cinta kambing jantan”
Nama :Debora Septika Sitompul
Kelas : XII IPA 1
PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 CIAMIS
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.2 Tlp.(0265) 771709 Ciamis
46211
Judul resensi :
Kisah cinta Kambing jantan
Judul Novel :
Kambing jantan
Pengarang : Radityadika
Penerbit : Gagas media
Tanggal terbit :
Cetakan pertama 2005, Cetakan kedua
Tebal buku : 237
Ketegori :
Remaja Umum
Karya
pertama dengan judul buku “Kambing jantan: Sebuah catatan pelajar bodoh” telah
berhasil mengangkat nama radityadika dan sukses membuat pembacanya tertawa.
Penulis asal Indonesia ini mendapat julukan sebagai penulis buku-buku jenaka.
Tulisan tentang kehidupan keseharian radityadika dipublikasikan ke blog
pribadinya yang kemudian dibukukan.
Buku yang
masuk kategori Best seller ini mencerminkan kisah nyata para pelajar Indonesia
yang belajar di luar negeri. Buku
ini menceritakan tentang pengalaman nyata radityadika selama 4 tahun kuliah di
luar negeri. Ide kreatif radityadika masuk ke dunia tulisan komedi.
Dari
novel kambing jantan, kebanyakan berisi postingan-postingan dari
blog pemeran Raditya Dika dalam novel. Sedangkan dari film
kambing jantan, isi dari filmnya adalah kehidupan seorang Raditya Dika yang
menjalani LDR dengan pacarnya si Kebo. Didalam novelnya saat perpisahan
antara si Kambing dengan si Kebo di bandara tidak diceritakan, sedangkan pada
filmnya adegan perpisahannya di bandara tersebut ditayangkan. Dalam
novelnya penulis tidak menceritakan bagaimana tokoh Radit waktu kecil yang
mudah menulis surat cinta pada seorang cewek. Sedangkan pada filmnya, adegan
Radit waktu kecil ada dan ditayangkan dan pada akhir filmnya, Radit berhasil
mencapai kesuksesan dengan meluncurkan 2 novel sekaligus antara lain novel
Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurus. Tetapi dari keseluruhan perbandingan
tersebut sebagian besar isi cerita baik novel maupun filmnya sama.
Kisahnya diawali dengan rasa
kebimbangan radith untuk memutuskan tetap tinggal di Jakarta atau mengikuti
saran dari orang tuanya untuk kuliah ke luar negeri. Radith atau yang akrab
dipanggil Kambing oleh teman-temanya memutuskan untuk mengikuti saran kedua
orang tuanya untuk kuliah di Adelaide, Australia. Meninggalkan teman teman
Band-Nya dan harus menjalankan hubungan LDR dengan kebo kekasihnya membuat
problem yang gak karuan. masaah membengkaknya pengeluaran, komunikasi dengan
kebo yang terganggu karena jarak yang memisahkan mereka.
Kehadiran dosennya, Sally Dickson yang lebih mirip
dibilang tentara baru lulus audisi ketimbang dosen yang membuat radith kehilangan
akal sehatnya. Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah
Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul
“Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi
yang tenar dan terkenal. Teman kuliahnya dari Kediri yaitu Hariyanto juga cukup
berperan dalam kisah radith selama kuliah di luar negeri, dan dia lebih memilih
kehidupan yang dia inginkan.
Kelebihan dari buku ini terlihat dari cara penulis
membuat cerita ini dengan menggunakan gaya sehari-hari membuat pembaca tertawa.
Pembawaan cerita yang fresh, bahasa yang santai dapat dengan mudah dimengerti
dan dapat diambil pesan moral yang ingin radith sampaikan dalam bukunya. Judul
yang diambil dari nama hewan unik dan membuat penasaran.
Terdapat bahasa yang disingkat sedikit sulit
dipahami. Penulis juga menggunakan bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa
lain. Seperti kata “wadefak!”.
Dari resensi yang saya buat di atas, Novel Kambing
Jantan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan khususnya para anak-anak
remaja yang sangat menggandrungi novel. Khususnya novel yang bergenre komedi
yang sangat jarang ditemukan pada novel lain. Selain itu juga dapat menghibur
kita dari fikiran yang penat.


0 komentar:
Posting Komentar