WELCOME IN MY BLOG

Pages

Sabtu, 30 November 2013

Resensi novel

           Holla, udah lama nih ga posting di blog.kali ini aku bakal sharing ke kalian semua tentang resensi buku nonfiksi. Aku ngeFans banget sama kaka Radityadika. oke. sebenarnya aku  jga dapat tugas Bahasa Indonesia membuat resensi buku nonfiksi. aku memilih untuk meresensi novel radityadika yang judulnya "Kambing jantan." Teman-teman tau dong resensi itu apa? disini aku ga bakalan banyak basa basi. Berikut adalah resensi yang telah saya buat.
RESENSI BUKU NONFIKSI
“Kisah cinta kambing jantan”



Nama :Debora Septika Sitompul
   Kelas : XII IPA 1


PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS
DINAS PENDIDIKAN
SMA NEGERI 2 CIAMIS
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.2 Tlp.(0265) 771709 Ciamis 46211
Fax : 0265771709 E-mail : smanda_cis@yahoo.com http://www.sman2-ciamis.sch.id



Judul resensi        : Kisah cinta Kambing jantan
Judul Novel          : Kambing jantan
Pengarang             : Radityadika
Penerbit                : Gagas media
Tanggal terbit       : Cetakan pertama 2005, Cetakan kedua
Tebal buku           : 237
Ketegori               : Remaja Umum
          Karya pertama dengan judul buku “Kambing jantan: Sebuah catatan pelajar bodoh” telah berhasil mengangkat nama radityadika dan sukses membuat pembacanya tertawa. Penulis asal Indonesia ini mendapat julukan sebagai penulis buku-buku jenaka. Tulisan tentang kehidupan keseharian radityadika dipublikasikan ke blog pribadinya yang kemudian dibukukan.
          Buku yang masuk kategori Best seller ini mencerminkan kisah nyata para pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri. Buku ini menceritakan tentang pengalaman nyata radityadika selama 4 tahun kuliah di luar negeri. Ide kreatif radityadika masuk ke dunia tulisan komedi.
    Dari novel kambing jantan, kebanyakan berisi postingan-postingan dari blog pemeran Raditya Dika dalam novel. Sedangkan dari film kambing jantan, isi dari filmnya adalah kehidupan seorang Raditya Dika yang menjalani LDR dengan pacarnya si Kebo. Didalam novelnya saat perpisahan antara si Kambing dengan si Kebo di bandara tidak diceritakan, sedangkan pada filmnya adegan perpisahannya di bandara tersebut ditayangkan. Dalam novelnya penulis tidak menceritakan bagaimana tokoh Radit waktu kecil yang mudah menulis surat cinta pada seorang cewek. Sedangkan pada filmnya, adegan Radit waktu kecil ada dan ditayangkan dan pada akhir filmnya, Radit berhasil mencapai kesuksesan dengan meluncurkan 2 novel sekaligus antara lain novel Kambing Jantan dan Cinta Brontosaurus. Tetapi dari keseluruhan perbandingan tersebut sebagian besar isi cerita baik novel maupun filmnya sama.

Kisahnya diawali dengan rasa kebimbangan radith untuk memutuskan tetap tinggal di Jakarta atau mengikuti saran dari orang tuanya untuk kuliah ke luar negeri. Radith atau yang akrab dipanggil Kambing oleh teman-temanya memutuskan untuk mengikuti saran kedua orang tuanya untuk kuliah di Adelaide, Australia. Meninggalkan teman teman Band-Nya dan harus menjalankan hubungan LDR dengan kebo kekasihnya membuat problem yang gak karuan. masaah membengkaknya pengeluaran, komunikasi dengan kebo yang terganggu karena jarak yang memisahkan mereka.
Kehadiran dosennya, Sally Dickson yang lebih mirip dibilang tentara baru lulus audisi ketimbang dosen yang membuat radith kehilangan akal sehatnya. Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul “Kambingjantan”, membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi yang tenar dan terkenal. Teman kuliahnya dari Kediri yaitu Hariyanto juga cukup berperan dalam kisah radith selama kuliah di luar negeri, dan dia lebih memilih kehidupan yang dia inginkan.
Kelebihan dari buku ini terlihat dari cara penulis membuat cerita ini dengan menggunakan gaya sehari-hari membuat pembaca tertawa. Pembawaan cerita yang fresh, bahasa yang santai dapat dengan mudah dimengerti dan dapat diambil pesan moral yang ingin radith sampaikan dalam bukunya. Judul yang diambil dari nama hewan unik dan membuat penasaran.
Terdapat bahasa yang disingkat sedikit sulit dipahami. Penulis juga menggunakan bahasa Inggris yang dicampur dengan bahasa lain. Seperti kata “wadefak!”.
Dari resensi yang saya buat di atas, Novel Kambing Jantan ini sangat layak dibaca oleh semua kalangan khususnya para anak-anak remaja yang sangat menggandrungi novel. Khususnya novel yang bergenre komedi yang sangat jarang ditemukan pada novel lain. Selain itu juga dapat menghibur kita dari fikiran yang penat.

0 komentar:

Posting Komentar