WELCOME IN MY BLOG

Pages

Minggu, 06 Juli 2014

Registrasi ulang di UPI

                                                      It’s time for Registrasi ulang
                Tepat tanggal 27 Mei ini adalah hari yang sangat membahagiakan bagiku.  Tuhan mendengarkan doaku untuk bisa diterima di salah satu PTN Bandung yang terkenal dengan Pedidikannya yang terbaik dibanding PTN lain. Yaps..You know what I mean? PTN itu adalah.. Indonesia University of Education atau UPI, jurusan Ilmu Komunikasi. Hadiah yang terindah dari Tuhan ini sangat aku syukuri. Terasa seperti mimpi memang, tapi pada saat adikku yang paling kecil mencubit pipiku itu terasa sakit. semua ini memang REAL!!
                Setelah menerima pengumuman SNMPTN di UPI, aku pun diharuskan mengikuti daftar ulang  pada tanggal 17-18 Juni.  Waktu pun terus berjalan, dan tiba saatnya aku bergegas pergi ke Bandung dengan segala berkas data-data untuk keperluan registrasi  akademik nanti. Aku berangkat ke Bandung bersama Bapa, Mamah, dan Adik kecilku. Sesampainya di kota kembang ini, kami mampir ke rumah saudara untuk menginap beberapa malam.
                Pagi harinya aku izin pamit sekaligus mengucapkan terimakasih kepada saudaraku. Aku, Bapa, Mamah, dan adiku bergegas ke UPI. Pagi ini mungkin akan menjadi hal yang luar biasa, karena kegiatan hari ini adlah pengarahan dari pihak UPI. Sesampainya di depan gerbang UPI, saya mencari gedung Gymnasium. Baru pertama kali aku menginjakkan kakiku di kampus yang sangat luas dan indah seperti ini. Didalam mobil mamah segera memasangkan pita berwarna merah pada lengan seragamku dan kami pun turun dari mobil. Aku berjalan menuju gymnasium, lalu melihat jam tangan dengan perasaan kaget karena didepan gedung Gymnasium sudah banyak para calon mahasiswa yang mengantri dan ada pula yang sibuk menulis didepan papan pengumuman. Tanpa banyak tanya, aku berjalan menuju papan pengumuman kemudian mencari namaku di kelompok FPIPS dan menuliskan nomor antrian. Tanpa sadar aku kehilangan jejak mamah ditengah tengah ribuan calon mahasiswa. Mataku mengarah kesemua sisi mencari mamah dan adikku yang paling kecil itu. Ternyata, mamah dan adikku sudah ikut mengantri di barisan.Hahahahaa..Sambil mencari barisan kelompok FPIPS, aku menarik tangan adikku dan mamah untuk keluar dari barisan itu. saya meminta bantuan kepada kakak senior yang mengenakan almamater untuk menemukan barisan yang tepat. Dengan mimik yang sedikit acuh, kakak senior hanya meberikan instruksi untuk mencari calon mahasiswa yang memakai pita merah. Pada akhirnya aku pun melihat tulisan FPIPS didepan pintu gedung gymnasium. dan memang benar, itu adalah barisan yang saya cari. Ternyata mamah benar, saat mamah menggantri di barisan, aku melihat calon mahasiswa menggunakan pita merah, dan aku membaca didepan pintu gerbang terdapat tulisan FPIPS. Aku pun ikut mengantri di barisan yang sangat panjang. Dengan tampan yang polos, aku melihat catatan kecil yang bertulisakan nomor antrian 680. Aku membalikan pandangan kebelakang dan melihat wanita yang ikut mengantri dibelakangku. Aku tak mau diam saja,ku coba membuka pertanyaan dan saat itu saya dengan wanita itu menjadi akrab karena memang wanita itu satu jurusan denganku. Hampir satu jam lebih aku  mengantri. Kini giliranku. Ku tunjukan kartu peserta SNMPTN dan membubuhkan tanda tangan sambil menerima MAP biru yang diberikan bapak penjaga yang duduk di loket. Aku pun masuk digedung itu. Aku  diarahkan oleh kakak senior untuk duduk dibarisan FPOK. Didalam gedung itu aku sedikit malu, karena aku sebenarnya bukan dari kelompok FPOK, dan yang kedua aku malu karena salah satu rector UPI telah memulai berbicara. Aku  melihat barisan FPIPS yang sudah penuh dan dengan berat hati aku harus duduk dibarisan itu bersama dengan wanita yang tadi satu jurusan denganku. *entah siapa nama wanita itu, aku lupa
                Hampir  Sembilan jam semua calon mahasiswa duduk yoga dengan tatapan yang tetap focus untuk menerima pengarahan dari pihak UPI. Sedikit bosan memang, ditambah lagi rasa pegal yang tak tertahankan. Dipertengahan acara pengarahan, wanita yang sejurusan denganku ini izin ke UKS dan menitipkan tasnya disamping tasku. Memangnya penitipan barang apa? :D waktu yang ditunggu tunggu pun tiba, calon mahaiswa diperkenankan untuk keluar dari gedung secara berkelompok. Sesudah pengarahan selesai, aku memberikan tas wanita itu di UKS.rasa lelah dan pusing yang aku alami hilang secepat itu ketika aku diajak mamah untuk melihat wisma yang tak jauh dari kampus. Wismanya memang biasa saja, tapi cukup untuk dihuni oleh satu orang saja.Kebetulan sekali  disamping kamarku ini ada Indry, teman SMAku yang satu fakultas denganku. Ini sangat membantu pada saat nanti ospek dan kuliah, agar kami bisa pergi ke kampus bersama sama yeahh.. :D
                Yaa..inilah nasib orang perantau. Aku memang bukan domisili bandung, jadi sedikit sulit untuk mencari tempat peristirahatan. Tapi beruntung saya diberikan keluarga yang berdomisili bandung. Kami pun mengahampiri rumah saudara untuk menginap satu malam. Karena memang besok masih ada acara yang paling penting yaitu registrasi akademik.
                Ditengah malam, aku terbangun dan teringat dengan pesan kakak alumni, bahwa katanya pada saat registrasi akademik diharuskan datang pagi pagi sekali. Aku  berangkat pukul 5 subuh dan bergegas pergi ke kampus UPI. Kali ini, harus aku yang mengurus semuanya tanpa orang tua dan adik.aku turun dari mobil dan berjalan menuju gedung direktorat akademik. Aku sangat senang saat  aku bertemu dengan teman teman SMA yang sama sama kuliah di UPI. Kami pun mengantri dan membawa nomor antrian. Aku bersama teman teman SMA melengkapi data yang masih rumpang sekalian menunggu antrian.  Nomor antrian 150-200 diperbolehkan masuk kedalam ruangan. Kami pun masuk kedalam ruangan. Sayangnya, didalam ruangan kami harus memencar untuk mencari loket fakultas masing-masing. Aku bersama Kinanti baris di loket FPIPS dan menyerahkan data lengkap kepada petugas. Dihari kedua ini akhirnya aku mendapatkan KRS untuk pembelajaran kuliah nanti di bulan September. Setelah itu kami mengisi beberapa form untuk mendapatkan KTM dan ATM. Tak memakan banyak waktu, hanya 5 menit KTM sekaligus ATM  sudah siap digunakan ketika aku sudah resmi menyandang status mahasiswa. Setelah itu, aku menyumbang beberapa rupiah untuk mesjid yang ada di belakang kampus UPI tersebut. Saya sangat terkejut ketika saya keluar dari ruangan, saya disambut oleh kakak senior yang ramai dengan yel yel yang unik. Aku diajak oleh beberapa kakak senior dari jurusan ilmu komunikasi dan saya disuruh untuk berbicara didepan kamera. aku  memang sedikit malu berbicara didepan kamera, Tapi aku memberanikan diri dan  cuap cuap sepuasnya untuk melaporkan suasana pada saat itu. aku bersama Sae yang merupakan salah satu MARU UPI  diajak ke fakultas FPIPS.kami dipayungi oleh kakak senior dan kami berjalan menggunakan tangga  sampai ke lantai 6. Sesampainya disana, ternyata ada Maru upi juga yang sepertinya sedang di wawancara. Hahahaa.. well, aku disuruh untuk mengisi beberapa data dan tepat dibelakang kertas ada beberapa kolom yang harus diisi oleh kakak HIMA. Dibalik kertas yang harus diisi oleh kakak HIMA, aku harus melewati beberapa rintangan kecil dari kakak senior. Sebelumnya aku juga disuruh untuk menulis atau memfoto Tugas yang ditempel di dinding sembari bernyanyi dalam hati “Tugas..Tugas didinding, Wajib ‘tuk dikerjain” (Baca seperti nada lagu Cicak didinding) hufftt..

Well, pos pos yag harus dilalui para Maru:
- Pos I-->Ditanyain tentang pengalaman berorganisasi waktu SMA, dan memang waktu SMA aku sangat aktif dibidang kePramukaan, setelah itu diberi beberapa kasus dan harus dijawab dengan tepat dan Jelas

-Pos II-->Sempat disuruh menghafal nama nama kakak yang ada di pos Informasi, next aku juga disuruh menulis disecarik kertas tentang kegiatan pada saat itu. Lalu aku disuruh berdiri yang backgroudnya ada gambar upi sambil memegang kertasnya, terus aku difoto *Jepret juga disuruh untuk diupload dan ditag ke media sosial (Sedikit memalukan memang, karena tulisannya itu aduhh -.-“)
-Pos IIIàWelcome in pos Religius. Ya karna aku orang christiany, aku banyak ditanyai tnetang ayat alkitab, disuruh nyanyi lagu juga, dan dikasih beberapa pertanyaan yang harus dijawab
-Pos IVàIni adalah pos yang paling bikin aku Tengsin abiss sama kakak senior :O yeap sebelumnya, di Pos Advokasi itu aku disuruh foto selfie bareng kakak-kakaknya terus aku dikerumulin sama kakak-kakak, ditanyain hal konyol.yaa sesudah aku masuk ke pos Advokasi, rasanya kaya curhat aja sih tentang biaya UKT
-Pos VàLanjut pos V ini adalah pos Minat dan Bakat. Ngomongin bakat, aku bisa sih main organ, tapi berhubung ga ada organnya, aku disuruh main gitar sambil nyanyi. Setelah itu aku disuruh jadi reporter untuk ngeliput kegiatan. Dan terakhir aku ditanyain lagi hal yang konyol.aku disuruh milih Jupe atau DP?dan aku sih jawab Jupe soalnya dia hotsss dan banyak bakat
-Pos VIàPos terakhir aku disuruh menulis 10 Harapan masuk ilmu komunikasi sekaligus dipresentasiin tuh harapannya.
Sesudah melewati pos terkhir kertas yang dkasih kakak HIMA itu aku kumpulkan. Lalu aku bertemu dengan Dwi diruang SENAT.aku kira kegiatannya sudah selesasi semua, ternyata ada satu hal lagi yang harus kami lalui. Didalam ruangan itu kami curhat lagi mengenai biaya UKT yang kami terima.lalu kami juga diberi penjelasan tentang apa itu SENAT, dan terakhir kami membeli jaket FPIPS untuk kekompakan jurusan. Setelah itu, aku dan dwi turun kebawah, saat itu aku dan dwi sangat akrab sekali. Sambil berjalan, kami sharing about our feeling JTapi sayangnya dwi dan aku harus berpisah, kakak seniorku mengajak aku untuk bergabung di PKM. Aku sangat bersyukur ternyata aku masih bisa melakukan persekutuan bersama saudara seiman. Lalu kakak dari PKM itu sedkit menjelaskan tentang PKM dan berbagai acara yang ada didalam PKM tersebut. Aku juga diajak untuk bergabung di acara Vokal groupnya hahahahaaa..
 Akhirnya selesai pula registrasi ulang di UPI. Ini adalah pengalaman pertama  berada di kampus UPI.  aku pun harus meninggalkan kota kembang ini sambil dibekali tugas yang tadi diberikan oleh kakak HIMA sekaligus membaringkan badan yang sudah letih ini. Kini, aku tinggal menunggu waktu MOKA-KU untuk resmi menjadi mahasisw UPI. Tak sabar menunggu kegiatan ini :D hahahaa.


1 komentar: