WELCOME IN MY BLOG

Pages

Minggu, 20 Mei 2012

“Pengaruh Gaya Hidup Modern terhadap Budaya”




Abstraksi
            Semua masyarakat mengalami perubahan secara terus menerus. Secara hakekat manusia pastilah akan mengalami perubahan. Unsur-unsur budaya baru lahir dari penemuan (discovery), invensi (invention) atau melalui difusi (diffusion) dari masyarakat lain. Kadar perubahan sosial sangatlah berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya, Perubahan dalam segi jumlah dan komposisi penduduk selalu menimbulkan perubahan sosial. Karena keterpencilan (isolation) mengalahi perubahan dan kontak lintas budaya mendorong lahirnya perubahan, maka tentu saja kelompok-kelompok yang secara fisik dan secara sosial terpencil akan mengalami perubahan yang lebih sedikit.Sikap dan nilai-nilai masyarakat amat menunjang atau mengahambat perubahan. Kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat mempengaruhi tingkat kecepatan dan arah perubahan. Di atas segalanya,dasar budaya (cultural base) memungkinkan adanya dasar bagi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk penciptaan unsur-unsur budaya baru.
            Tidak semua inovasi dapat diterima. Sikap dan nilai-nilai kelompok menentukan ragam inovasi yang berkemungkinan untuk diterima oleh kelompok. Jika kegunaan inovasi dapat dibuktikan secara mudah dengan biaya yang murah, maka bukti tersebut akan sangat membantu membantu diterimanya inovasi itu. Orang yang memiliki kepentingan pribadi (vested interest) biasanya menentang perubahan,namun mereka se-sekali menyadari bahwa perubahan yang diusulkan sebenarnya menguntungkan mereka. Kepintaran dan kedudukan sosial agen perubahan mempengaruhi keberhasilannya dalam memperkenalkan perubahan. Tanpa mengetahui kebudayaan masyarakat secara baik, maka para agen perubahan akan mengalami kegagalan karena mereka pada umumnya akan melakukan kesalahan dalam memperhitungkan konsekuensi dan teknik penerapan yang menunjang tecapainya sasaran perubahan. Tidak ada satupun konsekuensi sosial yang tidak meninbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Bahkan inovasi ‘tambahan’ pun dapat mempengaruhi unsur-unsur lainnya
 Daftar Isi
Daftar Tabel dan Daftar Gambar
                4.1 Daftar Tabel
           
            Tabel 1.1 Perilaku masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan
                       

Masyarakat Pedesaan
Masyarkat Kota
Perilaku homogen
Perilaku heterogen
Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status
Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
Isolasi sosial, sehingga statik
Mobalitas sosial, sehingga dinamik
Kesatuan dan keutuhan kultural
Kebugaran dan diversifikasi kultural
Banyak ritual dan nilai –nilai sekral
Birokrasi fngsional dan dan nilai – nilai sekular
Kolektivismeitual
individualisme


            Tabel 1.2 Arsitektur dalam peerubahan Kebudayaan





           
Abad
PERIODISASI
KEBUDAYAAN
ARSITEKTUR RUMAH TINGGAL
15 Akhir
Pra Islam
Masy. Hindu, agraris
Rmh kampung limasan, konstruksi panggung, bahan kayu / bambu
16 awal tengah
Perkembangan islam dan kota kudus
Masy.muslim mandiri, agraris dan perdagangan pengaruh cina islam
Bahan kayu lebih berkembang, ornamentasi, pembentukan struktur kota
17-18 awal
Kek. mataram
Orientasi ke negeri grung penyesuaian lokal
Bentuk joglo berkembang, penyederhanaan tata ruang
18-19
Kek. Kolonial Belanda
Penguatan karakter kebudayaan lokal masyarakat pedagang santri
Penyesuain bentuk dan ruang lebih tertutup kompak
19 akhir- awal 20
Puncak kejayaan sosial ekonomi
Masyarakat saudagar kaya tuntutuan aktualisasi
Perkembangan ornamentasi dan element khas setempat
Awal 20-1970
Sosial ekonomi surut
Perkembangan ekonomi baru, mulai dari bawah lagi
Rumah pencu baru tidak di bangun lagi
Sekarang
Modern
Perjuangan untuk menyesuaikan diri dengan tantangan moderenisasi
Rumah berubah sedikit atau banyak atau hilang dijual


BAB I:  Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pada kehidupan masyarakat modern, semboyan “waktu adalah uang” atau sering disebut dengan “time is money” cenderung membius masyarakat masa kini untuk menggunakan waktu sebanyak-banyaknya dalam bekerja dan mengejar berbagai benda yang menunjukkan bahwa mereka memiliki taraf hidup modern. Bekerja untuk menghasilkan uang dan sekaligus menjadi makna hidup manusia.
Kita tidak dapat menghindar atau menyangkal bahwa modernisasi merasuk ke segala aspek hidup manusia masa kini. Perkembangan iptek yang pesat, toleransi, perjumpaan antar budaya yang intens dan saling menghargai adalah beberapa contoh perubahan sosial budaya.
Karena pengaruh modernisasi dan arus globalisasi, maka juga terdapat pergeseran nilai-nilai budaya tradisional yang mulai terasa. Ditandai dengan adanya gesekan-gesekan kepentingan individu ataupun kelompok dan terjadi persaingan yang tidak sehat dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai contoh, terjadinya tawuran, munculnya geng-geng motor, dan gangguan sosial lainnya. Hal tersebut menandakan telah terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dan berakibat distruktif, baik segi moral maupun material.
Dalam karya ilmiah ini, kami akan memaparkan hasil penelitian dari lingkungan disekitar dan tinjauan pustaka dari berbagai media selama beberapa minggu.

2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang kami ajukan dalam karya ilmiah ini adalah:
1.      Apa pengertian perubahan sosial budaya?
2.      Bagaimanakah proses perubahan sosial budaya tersebut terjadi dalam kehidupan bermasyarakat?
3.      Apakah perubahan sosial budaya termasuk proses pembangunan?
4.      Bagaimana agar perubahan sosial budaya dapat selaras dengan pembangunan?
5.      Bagaimana dampak perubahan sosial budaya dalam masyarakat terhadap kebudayaan tradisional?
  BAB II:  Landasan Teori
Hakekat pembangunan adalah perubahan, akan tetapi tidak semua perubahan adalah pembangunan. Pembangunan dapat berjalan dengan baik apabila situasi sosial budaya dan ekonomi masyarakat dalam keadaan kondusif. Dalam hal ini, kita sebagai masyarakat juga harus membantu pemerintah dalam proses pembangunan. Kita bisa memulainya dengan hal-hal kecil seperti tidak merusak fasilitas umum yang disediakan pemerintah untuk melayani masyarakat contohnya tidak merusak halte bus, tidak mengotori toilet dan lain sebagainya. Akan tetapi, kita juga tidak meninggalkan nilai-nilai kebudayaan tradisional. Kebudayaan adalah identitas yang menjadi ciri suatu daerah. Oleh karena itu, jika kebudayaan pada suatu daerah menghilang atau punah, maka daerah tersebut tidak memiliki identitas yang sejati.
Perubahan sosial dimulai dengan adanya perubahan pola pikir manusia menjadi lebih modern. Perubahan pola pikir ini akan terus berkembang dan menimbulkan dorongan kepada masyarakat untuk terus berkarya dan terus menciptakan hal-hal baru guna meningkatkan kemakmuran hidupnya, sehingga masyarakat tersebut menjadi masyarakat yang modern. Proses ini disebut modernisasi.
Akan tetapi, modernisasi ini mengakibatkan hilangnya nilai-nilai yang ada di masyarakat. Seperti meningkatnya individualitas, hilangnya budaya gotong royong yang menjadi salah satu ciri budaya tradisional, lunturnya kepercayaan kepada pemerintah, kurangnya masyarakat dalam menghargai adanya pluralitas, hubungan antar individu dan antar kelompok didasari atas kepentingan sendiri, teknologi yang digunakan untuk kriminalitas, dan masih banyak hal lainnya yang menjadi masalah sosial dalam kehidupan bermasyarakat ditengah arus globalisasi yang semakin deras.
BAB III:  Metode Penulisan
Adapun metode yang kami  gunakan dalam menyusun karya ilmiah ini  antara lain mengenai Metode studi pustaka, Metode wawancara (interview), dan Teknik analisis data.
1.      Metode studi pustaka
Pembuatan karya ilmiah ini  dilakukan dengan cara mencari informasi dari berbagai buku dan internet sebagai referensi.
2.      Metode wawancara (Interview)
Kami juga melakukan metode wawancara yaitu dengan bertanya kepada Bapak Savaat selaku guru sosiologi dan Ibu sri selaku guru biologi sekaligus pembimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini.
3.      Metode analisis data
Cara kami dalam menganalisis temuan data yang kami dapat  yaitu dengan memastikan semua data dan landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami menggabungkan teori dengan kehidupan masyarakat sehari-hari berkenaan dengan perubahan sosial budaya.

BAB IV:  Temuan Data dan Pembahasan
1.      Pengertian
            Seiring dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Perubahan tersebut juga terus menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Seperti gaya hidup, pendidikan, teknologi, dan juga budaya. Budaya juga bisa mengalami perubahan. Kebudayaan tersebut terus bergerak seiring waktu dan memadukan diri dengan kebudayaan lain. Perubahan ini disebut perubahan sosial budaya atau culture social change.
            Menurut Samuel Koenig, perubahan sosial budaya adalah perubahan yang menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Di masyarakat modern ini, manusia harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Proses masyarakat yang menjadi modern disebut dengan modernisasi. Ada beberapa faktor modernisasi yaitu:
·         Perkembangan IPTEK
·         Perkembangan industri
·         Perkembangan ekonomi
Pada umumnya, kebiasaan dari masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan pribadi. Sehingga, muncullah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi, yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.

2.      Modernisasi
Moderenisasi merupakan perubahan masyarakat yag bergerak dari keadaan yang teradisional atau masyarakat pra modern menuju kepada masyarakat yang moderen. Perubahan sosial budaya disebabkan karena adanya perubahan pola pikir manusia menjadi lebih modern, lalu terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dan kemudian terjadi proses modernisasi ditengah arus globalisasi yang semakin deras dalam masyarakat. Perubahan sosial memiliki dua sifat, yaitu bersifat progresif dan regresif. Perubahan yang bersifat progresif maksudnya yaitu perubahan yang mengarah pada keadaan yang lebih baik dan menuju pada kemajuan. Sedangkan perubahan yang bersifat regresif, yaitu perubahan yang mengarah pada keadaan yang lebih buruk dibandingkan dengan keadaaan sebelumnya.
3.     Ciri Masyarakat Modern
·        Dalam masyarakat modern, hubungan antar individu cenderung berkurang. Masyarakat modern yang individualis, tapi lebih objektif dalam memandang individu lainnya.
·        Penghargaan lebih besar diberikan kepada individu berdasarkan kemampuan intelektualnya yang mendatangkan banyak prestasi.
·        Mobilitas dalam masyarakan cenderung tinggi.
·        Menjunjung tinggi HAM dalam memperoleh keadilan, kesempatan, serta hak dan kewajiban yang sama.
4.     Dampak Modernisasi terhadap Budaya
Pengaruh gaya hidup modern terhadap budaya berdampak positif dan negatif.  Dampak modernisasi positif dapat kita rasakan dengan adanya IPTEK yang bisa membantu masyarakat dalam kehidupan sehari – hari masyarakat bisa berkembang menuju masyarakat yang
BAB IV:  Kesimpulan
 Kesimpulan yang dapat kita ambil dari pengaruh gaya hidup modern yaitu modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. modernisasi dapat membantu kita dalam segala hal akan tetapi gaya hidup modern juga  berpangaruh buruk ter.hada masyarakat seperti meningkatnya individualitas, meningkatnya mobilitas, dan perhatian terhadap budaya semakin berkurang.. Budaya yang dijaga oleh nenek moyang terabaikan dengan adanya modernisasi misalnya saja permainan tradisional yang biasa dimainkan anak – anak tradisional sudah jarang kita temui dikota – kota besar seperti Jakarta, Bandung bahkan sampai perkampungan juga sudah jarang ditemui, anak – anak zaman sekarang sudah melupakan mainan tradisional dan lebih memilih memainkan game online , sehingga mainan tradisional menjadi kurang diminati. Adapun pengaruh baik yang dapat kita ambil dengan adanya modernisasi yaitu masyarakat dapat berkembang dengan kemajuan ilmu teknologi misalnya bisnis secara online,bisa bersaing dengan negara lain, anak – anak 
Lampiran
Riwayat Hidup Tim Penyusun
                      by  : Debora septika
                              tina angelina m.d
                             Gita listya

peringatan keras!     karya tulis ilmiah ini (memakai antiplagiat)

2 komentar:

  1. nice blog, saya sangat tertarik dengan paparan anda mengenai gaya hidup modern dalam blog ini dan berniat menjadikannya dalam salah satu variabel penelitian tesis saya, bisakah saya meminta dasar teori penelitian ini terutama gaya hidup modern teorinya???

    BalasHapus
  2. terimakasih :)
    dasar teorinya bisa dilihat di landasan teori. dasar teoriNya ada dari beberapa referensi juga dari kuisioner seperti itu.

    BalasHapus