Abstraksi
Semua masyarakat mengalami perubahan
secara terus menerus. Secara hakekat manusia pastilah akan mengalami perubahan.
Unsur-unsur budaya baru lahir dari penemuan (discovery), invensi (invention)
atau melalui difusi (diffusion) dari masyarakat lain. Kadar perubahan sosial
sangatlah berbeda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya,
Perubahan dalam segi jumlah dan komposisi penduduk selalu menimbulkan perubahan
sosial. Karena keterpencilan (isolation) mengalahi perubahan dan kontak lintas
budaya mendorong lahirnya perubahan, maka tentu saja kelompok-kelompok yang
secara fisik dan secara sosial terpencil akan mengalami perubahan yang lebih
sedikit.Sikap dan nilai-nilai masyarakat amat menunjang atau mengahambat
perubahan. Kebutuhan yang dirasakan oleh masyarakat mempengaruhi tingkat
kecepatan dan arah perubahan. Di atas segalanya,dasar budaya (cultural base)
memungkinkan adanya dasar bagi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan
untuk penciptaan unsur-unsur budaya baru.
Tidak semua inovasi dapat diterima.
Sikap dan nilai-nilai kelompok menentukan ragam inovasi yang berkemungkinan
untuk diterima oleh kelompok. Jika kegunaan inovasi dapat dibuktikan secara
mudah dengan biaya yang murah, maka bukti tersebut akan sangat membantu
membantu diterimanya inovasi itu. Orang yang memiliki kepentingan pribadi
(vested interest) biasanya menentang perubahan,namun mereka se-sekali menyadari
bahwa perubahan yang diusulkan sebenarnya menguntungkan mereka. Kepintaran dan
kedudukan sosial agen perubahan mempengaruhi keberhasilannya dalam
memperkenalkan perubahan. Tanpa mengetahui kebudayaan masyarakat secara baik,
maka para agen perubahan akan mengalami kegagalan karena mereka pada umumnya
akan melakukan kesalahan dalam memperhitungkan konsekuensi dan teknik penerapan
yang menunjang tecapainya sasaran perubahan. Tidak ada satupun konsekuensi
sosial yang tidak meninbulkan akibat terhadap kebudayaan setempat. Bahkan
inovasi ‘tambahan’ pun dapat mempengaruhi unsur-unsur lainnya
Daftar Isi
Daftar
Tabel dan Daftar Gambar
4.1
Daftar Tabel
Tabel
1.1 Perilaku masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan
Masyarakat
Pedesaan
|
Masyarkat Kota
|
Perilaku
homogen
|
Perilaku
heterogen
|
Perilaku
yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
|
Perilaku
yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
|
Perilaku
yang berorientasi pada tradisi dan status
|
Perilaku
yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
|
Isolasi
sosial, sehingga statik
|
Mobalitas
sosial, sehingga dinamik
|
Kesatuan
dan keutuhan kultural
|
Kebugaran
dan diversifikasi kultural
|
Banyak
ritual dan nilai –nilai sekral
|
Birokrasi
fngsional dan dan nilai – nilai sekular
|
Kolektivismeitual
|
individualisme
|
Tabel
1.2 Arsitektur dalam peerubahan Kebudayaan
Abad
|
PERIODISASI
|
KEBUDAYAAN
|
ARSITEKTUR
RUMAH TINGGAL
|
15
Akhir
|
Pra
Islam
|
Masy.
Hindu, agraris
|
Rmh
kampung limasan, konstruksi panggung, bahan kayu / bambu
|
16
awal tengah
|
Perkembangan
islam dan kota kudus
|
Masy.muslim
mandiri, agraris dan perdagangan pengaruh cina islam
|
Bahan
kayu lebih berkembang, ornamentasi, pembentukan struktur kota
|
17-18
awal
|
Kek.
mataram
|
Orientasi
ke negeri grung penyesuaian lokal
|
Bentuk
joglo berkembang, penyederhanaan tata ruang
|
18-19
|
Kek.
Kolonial Belanda
|
Penguatan
karakter kebudayaan lokal masyarakat pedagang santri
|
Penyesuain
bentuk dan ruang lebih tertutup kompak
|
19
akhir- awal 20
|
Puncak
kejayaan sosial ekonomi
|
Masyarakat
saudagar kaya tuntutuan aktualisasi
|
Perkembangan
ornamentasi dan element khas setempat
|
Awal
20-1970
|
Sosial
ekonomi surut
|
Perkembangan
ekonomi baru, mulai dari bawah lagi
|
Rumah
pencu baru tidak di bangun lagi
|
Sekarang
|
Modern
|
Perjuangan
untuk menyesuaikan diri dengan tantangan moderenisasi
|
Rumah
berubah sedikit atau banyak atau hilang dijual
|
BAB I: Pendahuluan
1. Latar Belakang
Pada kehidupan masyarakat modern,
semboyan “waktu adalah uang” atau sering disebut dengan “time is money” cenderung membius masyarakat masa kini untuk
menggunakan waktu sebanyak-banyaknya dalam bekerja dan mengejar berbagai benda
yang menunjukkan bahwa mereka memiliki taraf hidup modern. Bekerja untuk
menghasilkan uang dan sekaligus menjadi makna hidup manusia.
Kita tidak dapat menghindar atau
menyangkal bahwa modernisasi merasuk ke segala aspek hidup manusia masa kini.
Perkembangan iptek yang pesat, toleransi, perjumpaan antar budaya yang intens
dan saling menghargai adalah beberapa contoh perubahan sosial budaya.
Karena pengaruh modernisasi dan
arus globalisasi, maka juga terdapat pergeseran nilai-nilai budaya tradisional
yang mulai terasa. Ditandai dengan adanya gesekan-gesekan kepentingan individu
ataupun kelompok dan terjadi persaingan yang tidak sehat dalam kehidupan
bermasyarakat. Sebagai contoh, terjadinya tawuran, munculnya geng-geng motor,
dan gangguan sosial lainnya. Hal tersebut menandakan telah terjadi pergeseran
nilai-nilai budaya dan berakibat distruktif, baik segi moral maupun material.
Dalam karya ilmiah ini, kami akan
memaparkan hasil penelitian dari lingkungan disekitar dan tinjauan pustaka dari
berbagai media selama beberapa minggu.
2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah
yang kami ajukan dalam karya ilmiah ini adalah:
1.
Apa pengertian perubahan sosial budaya?
2.
Bagaimanakah proses perubahan sosial
budaya tersebut terjadi dalam kehidupan bermasyarakat?
3.
Apakah perubahan sosial budaya termasuk
proses pembangunan?
4.
Bagaimana agar perubahan sosial budaya
dapat selaras dengan pembangunan?
5.
Bagaimana dampak perubahan sosial budaya
dalam masyarakat terhadap kebudayaan tradisional?
BAB
II: Landasan Teori
Hakekat pembangunan adalah perubahan, akan tetapi
tidak semua perubahan adalah pembangunan. Pembangunan dapat berjalan dengan
baik apabila situasi sosial budaya dan ekonomi masyarakat dalam keadaan
kondusif. Dalam hal ini, kita sebagai masyarakat juga harus membantu pemerintah
dalam proses pembangunan. Kita bisa memulainya dengan hal-hal kecil seperti
tidak merusak fasilitas umum yang disediakan pemerintah untuk melayani
masyarakat contohnya tidak merusak halte bus, tidak mengotori toilet dan lain
sebagainya. Akan tetapi, kita juga tidak meninggalkan nilai-nilai kebudayaan
tradisional. Kebudayaan adalah identitas yang menjadi ciri suatu daerah. Oleh
karena itu, jika kebudayaan pada suatu daerah menghilang atau punah, maka
daerah tersebut tidak memiliki identitas yang sejati.
Perubahan sosial dimulai dengan adanya perubahan
pola pikir manusia menjadi lebih modern. Perubahan pola pikir ini akan terus
berkembang dan menimbulkan dorongan
kepada masyarakat untuk terus berkarya dan terus menciptakan hal-hal baru guna
meningkatkan kemakmuran hidupnya, sehingga masyarakat tersebut menjadi
masyarakat yang modern. Proses ini disebut modernisasi.
Akan tetapi, modernisasi ini mengakibatkan hilangnya nilai-nilai yang ada
di masyarakat. Seperti meningkatnya individualitas, hilangnya budaya gotong
royong yang menjadi salah satu ciri budaya tradisional, lunturnya kepercayaan
kepada pemerintah, kurangnya masyarakat dalam menghargai adanya pluralitas,
hubungan antar individu dan antar kelompok didasari atas kepentingan sendiri,
teknologi yang digunakan untuk kriminalitas, dan masih banyak hal lainnya yang menjadi
masalah sosial dalam kehidupan bermasyarakat ditengah arus globalisasi yang
semakin deras.
BAB III: Metode Penulisan
Adapun metode
yang kami gunakan dalam menyusun karya
ilmiah ini antara lain mengenai Metode
studi pustaka, Metode wawancara (interview), dan Teknik analisis data.
1. Metode
studi pustaka
Pembuatan karya ilmiah ini dilakukan dengan cara mencari informasi dari
berbagai buku dan internet sebagai referensi.
2. Metode
wawancara (Interview)
Kami juga melakukan metode wawancara
yaitu dengan bertanya kepada Bapak Savaat selaku guru sosiologi dan Ibu sri
selaku guru biologi sekaligus pembimbing dalam pembuatan karya ilmiah ini.
3. Metode
analisis data
Cara
kami dalam menganalisis temuan data yang kami dapat yaitu dengan memastikan semua data dan
landasan teori yang diperlukan telah diperoleh dengan baik. Lalu kami
menggabungkan teori dengan kehidupan masyarakat sehari-hari berkenaan dengan
perubahan sosial budaya.
BAB IV: Temuan Data dan Pembahasan
1. Pengertian
Seiring
dengan perkembangan zaman, kebudayaan umat manusia pun mengalami perubahan. Perubahan
tersebut juga terus menyebar ke berbagai aspek kehidupan. Seperti gaya hidup, pendidikan,
teknologi, dan juga budaya. Budaya juga bisa mengalami perubahan. Kebudayaan
tersebut terus bergerak seiring waktu dan memadukan diri dengan kebudayaan
lain. Perubahan ini disebut perubahan sosial budaya atau culture social change.
Menurut
Samuel Koenig, perubahan sosial budaya adalah perubahan yang menunjuk pada
modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Di
masyarakat modern ini, manusia harus bisa menyesuaikan diri dengan
lingkungannya. Proses masyarakat yang menjadi modern disebut dengan
modernisasi. Ada beberapa faktor modernisasi yaitu:
·
Perkembangan IPTEK
·
Perkembangan industri
·
Perkembangan ekonomi
Pada umumnya, kebiasaan dari
masyarakat modern adalah mencari hal-hal mudah, sehingga penggabungan
nilai-nilai lama dengan kebudayaan birokrasi modern diarahkan untuk kenikmatan
pribadi. Sehingga, muncullah praktek-peraktek kotor seperti nepotisme, korupsi,
yang menyebabkan penampilan mutu yang amat rendah.
2.
Modernisasi
Moderenisasi
merupakan perubahan masyarakat yag bergerak dari keadaan yang teradisional atau
masyarakat pra modern menuju kepada masyarakat yang moderen. Perubahan sosial
budaya disebabkan karena adanya perubahan pola pikir manusia menjadi lebih
modern, lalu terjadi pergeseran nilai-nilai budaya dan kemudian terjadi proses
modernisasi ditengah arus globalisasi yang semakin deras dalam masyarakat.
Perubahan sosial memiliki dua sifat, yaitu bersifat progresif dan regresif. Perubahan
yang bersifat progresif maksudnya yaitu perubahan
yang mengarah pada keadaan yang lebih baik dan menuju pada kemajuan. Sedangkan
perubahan yang bersifat regresif, yaitu perubahan yang mengarah pada keadaan
yang lebih buruk dibandingkan dengan keadaaan sebelumnya.
3.
Ciri Masyarakat Modern
·
Dalam masyarakat modern, hubungan antar
individu cenderung berkurang. Masyarakat modern yang individualis, tapi lebih
objektif dalam memandang individu lainnya.
·
Penghargaan lebih besar diberikan kepada
individu berdasarkan kemampuan intelektualnya yang mendatangkan banyak
prestasi.
·
Mobilitas dalam masyarakan cenderung
tinggi.
·
Menjunjung tinggi HAM dalam memperoleh
keadilan, kesempatan, serta hak dan kewajiban yang sama.
4.
Dampak Modernisasi terhadap Budaya
Pengaruh gaya hidup modern terhadap budaya berdampak
positif dan negatif. Dampak modernisasi
positif dapat kita rasakan dengan adanya IPTEK yang bisa membantu masyarakat
dalam kehidupan sehari – hari masyarakat bisa berkembang menuju masyarakat yang
BAB IV: Kesimpulan
Kesimpulan
yang dapat kita ambil dari pengaruh gaya hidup modern yaitu modernisasi
diartikan sebagai perubahan-perubahan
masyarakat yang bergerak dari
keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu
masyarakat yang modern. modernisasi dapat membantu kita dalam segala hal akan
tetapi gaya hidup modern juga
berpangaruh buruk ter.hada masyarakat seperti meningkatnya
individualitas, meningkatnya mobilitas, dan perhatian terhadap budaya semakin
berkurang..
Budaya yang dijaga oleh nenek moyang terabaikan dengan adanya modernisasi
misalnya saja permainan tradisional yang biasa dimainkan anak – anak
tradisional sudah jarang kita temui dikota – kota besar seperti Jakarta,
Bandung bahkan sampai perkampungan juga sudah jarang ditemui, anak – anak zaman
sekarang sudah melupakan mainan tradisional dan lebih memilih memainkan game online , sehingga mainan
tradisional menjadi kurang diminati. Adapun pengaruh baik yang dapat kita ambil
dengan adanya modernisasi yaitu masyarakat dapat berkembang dengan kemajuan
ilmu teknologi misalnya bisnis secara online,bisa
bersaing dengan negara lain, anak – anak
Lampiran
Riwayat
Hidup Tim Penyusun
by : Debora
septika
tina
angelina m.d
Gita
listya
peringatan keras! karya tulis ilmiah ini (memakai antiplagiat)