WELCOME IN MY BLOG

Pages

Senin, 14 November 2011

Time is money

TIME IS MONEY
            Ini merupakan karangan blog gue yang pertama dan dimuat di Blog juga di facebook. Gue memang bukan penulis yang handal dan terkenal seperti abang Radityadika atau ka Pocong, gue hanya anak sekolahan yang belajar untuk membuat karangan semenarik mungkin yang nantinya akan bermanfaat untuk pembaca. jujur, gue terinspirasi dari abang Radityadika untuk membuat sebuah karangan yang lucu, menarik. dari karangan gue ini yang pertama ini, semoga saja nanti gue bisa jadi Penulis handal (amin).
          Loe bisa katakan karangan gue ini cerpen, pendapat, pengalaman, atau apapun (yang penting kalian ga mengganggap karangan gue IKLAN. iklan sama karangan gue jauh beda) Well,  Karangan gue yang berjudul Time Is Money terambil dari B.Inggris, Pada tau ga arti Time is money? Ga tau ya? Cari di Internet ! Ga tau Internet? DESO
            Yup..gue juga sebenarnya ga tau apa arti Time Is Money. menurut kamus gue sih.. Time dalam bahasa Indonesia artinya Waktu, Is adalah adalah Bingung ya? maksudnya begini, Is dalam bahasa Indonesia berarti adalah, sedangkan Money berarti Uang. jadi bila diartikan secara keseluruhan “Waktu adalah uang”. Waktu itu biasanya berhubungan sama Jam atau Pukul, Pukul atau jam itu sendiri ada 24jam. loh ko jadi membahas jam sih? Lupakan itu!
            Waktu itu adalah uang bukan berarti waktu bisa diganti sebagai alat pembayaran, inget Itu. Contoh tololnya, saat kalian ingin membeli suatu barang atau benda atau apapun, lalu kalian membayarnya dengan jam tangan kalian (sakit apa tuh orang?)kalo gitu sih mba kasir pasti menolak, tapi tergantung jamnya juga sih. Keinginan dari pengarang untuk pembaca, tolong jangan membuat presepsi yang salah dari judul karangan gue ini. Time is money itu cuma bahasa konotasi atau makna khias aja ko.
            Ada yang tau ga sama Pa umid? (gue tau jawabanya, pasti kalian ga mau tau kan?kalo ada yang belum kenal atau belum tau sama Pa umid, gue saranin kenalan dulu deh) Loe tao EnggGa? Pa Umid iToeh gUru ArAb d’SMA Gue eAnx Cerewed Abiz(Lebai tingkat dewa tuh, kembali normal!) Tiap bagian pelajaran arab dia tuh suka khotbah menghargai waktu, karena waktu itu adalah uang. Saat gue mendengar kalimat itu, gue langsung mengangkat karangan yang berjudul Time is money tepat saat gue lagi males belajar bahasa arab. Awalnya sih gue membuat karangan ini hanya iseng semata, tapi entah kenapa gue malah punya ide cemerlang untuk dijadikan karangan karya gue sendiri untuk di share.. gue mau ngucapin terimakasih banyak buat Pa umid yang udah ngasih pemasukan untuk judul karangan, sekaligus gue juga mau minta maaf sama Pa umid (Semoga dia ga baca karangan gue) bahwa kemarin saat bapa mengajar, saya tidak memperhatikan bapa. sorry pa
            Masalah Pa umid sudahlah lupakan! Itu hanya latar belakang dari karangan gue. Well menurut kalian penting ga sih menghemat waktu? Menurut kalian untung ga sih menghemat waktu itu? (Kalian hanya jawab pertanyaan itu di dalam hati kalian). Gue mewakili hati kalian menjawab TENTU karena waktu tidak dapat diputar ulang seperti halnya kaset DVD, Jadi apabila waktu itu tidak dipergunakan dengan baik, maka apa yang terjadi? Hanya PENYESALAN yang membuat kita menyesal dan ingin mengulang waktu lagi. Penyesalan itu datangnya terlambat, lo tau kenapa dia terlambat? Karena penyesalan suka tidur kemalaman, kalo tidur kemalaman itu kan bangunnya jadi suka terlambat. masalah itu emang gue cuma becanda, yang pasti  penyesalan datang terlambat bukan karena dia tidur kemalaman namun dikarena kita tidak pernah menghargai atau menghemat waktu, dan tidak menggunakan kesempatan yang ada.
            Waty adik gue yang paling kecil sangat teliti dengan waktu, dia itu masih sekecil cabe rawit tapi bentuk fisiknya tidak sebanding dengan perilakunya. Waty itu selalu tepat waktu. Singkat cerita, ketika dia ada jadwal untuk nyanyi solo di gereja pukul 05.30 dia selalu bangun duluan dari yang lain. Jika ada jadwal nyanyi,dia bangunin mamah, papah untuk mengantarkannya ke gereja. Waktu masih pukul 05.00 dia bangun sendiri tanpa dibangunkan. Dia mandi sendiri, makan sendiri, tidur sendiri, bawa tas yang isinya boneka Barbie sendiri, ngapain juga waty bawa boneka ke gereja? ralat! bawa akitab, lalu dia bangunin mamah and papah untuk mengantarkannya. Gila.. dia mandiri banget.
            Tapi kalo udah ada jadwal ke sekolah, dia adalah anak yang suka terakhir bangun dari kami semua. Waty itu aneh, setiap hari minggu dia bangunnya cepat banget. Gue pernah tanya ke waty kenapa setiap hari Minggu dia paling duluan bangun, tetapi saat dihari lain dia paling susah untuk dibangunkan, dan dia malah menjawab “ga tau? ya iyalah waty gituloh” saat gue denger kalimat itu, gue langsung memberi nama semacam ejekan yaitu Si aneh. apalagi kalo ada kartun favoritenya, jam berapa pun dia rela bangun petang-petang sekali hanya untuk nonton kartun favorite.
            Gue sadar, ternyata waktu itu adalah uang, gue ga mau kalah sama ade gue yang super mandiri itu. So setiap aktifitas yang gue kerjakan, gue selalu melihat jam agar tidak teledor dalam waktu. Setiap malam, gue tidur sambil memeluk Jam dinding bukan bantal guling. Tujuannya sih supaya gue ga telat bangun, lebih cepat bangun, dan masih banyak lagi tujuan gue memeluk jam. Momy gue juga bingung, kenapa gue setiap malam sering sekali memeluk jam dinding, so momy beliin jam tangan untuk gue supaya gue dapat bangun lebih pagi. Selain itu juga gue sadar, bahwa momy membelikan jam tangan yang kecil berwarna pink muda dengan petunjuk menit detik yang tidak terlihat jelas. Dan jam dinding yang sering gue peluk itu kini telah berada pada tempatnya.
            Kesimpulannya sih..menghemat waktu itu IMPORT banget! IMPORT? Emang pengiriman barang dari luar negeri ke dalam negri apa? Lupakan itu! Maksud gue IMPORTANT banget! Tapi inget satu hal, adegan memeluk jam dinding  Dont try at your home ya? Soalnya adegan itu berbahaya hehehe..
Selamat mengerjakan aktifitas :) dont forget..Timeeee Isss Money 
 Use the opportunity to regret it did not come into our lives


Karya : Debora septika sitompul